Siapa Penemu π (Pi)? Kenapa π Bernilai 3,14?
Gambar disamping adalah Archimedes dari yunani. Beliau merupakan penemu pi. Nilai 22/7 pada pi didapat dari hasil pembagian dari keliling lingkaran dengan jari-jari. Bahwa setiap lingkaran yang memiliki jari-jari 7, maka panjang keliling dari lingkaran tersebut adalah 22. Sedangkan nilai 3,14 di dapat dari hasil pembagian dua desimal dari 22 dibagi 7 itu sendiri.
Bilangan pi adalah sebuah konstanta dalam matematika yang merupakan perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya. Pada 260 SM Archimedes membuktikan bahwa nilai pi terletak antara 3 + 1/7 (sekitar 3,1429) dan 3 + 10/71 (sekitar 3,1408). Bahwa luas lingkaran sama dengan pi dikalikan dengan kuadrat dari jari-jari lingkaran dan bidang tertutup oleh parabola dan garis lurus adalah 4/3 dikalikan dengan luas segitiga dengan dasar dan sama tinggi.
Dia juga memberikan perkiraan yang sangat akurat dari nilai akar kuadrat dari 3. Algoritme paling awal yang tercatat secara cermat menghitung nilai pi adalah pendekatan geometri menggunakan poligon. Algoritme ini ditemukan sekitar 250 SM oleh matematikawan Yunani Archimedes. Algoritme poligon ini mendominasi selama 1.000 tahun dan karenanya pi kadang-kadang dirujuk juga sebagai "Konstanta Archimedes".
Archimedes menghitung batas atas dan bawah pi dengan menggambar poligon di luar dan di dalam sebuah lingkaran dan secara perlahan melipatgandakan sisi-sisi poligon tersebut hingga mencapai 96-gon. Dengan menghitung keliling poligon-poligon tersebut, Archimedes membuktikan bahwa 223/71 < pi < 22/7 (3,1408 < pi < 3,1429). Batas atas Archimedes sekitar 22/7 membuat banyak orang percaya bahwa pi sama dengan 22/7.
Archimedes memperkirakan nilai pi sekitar tahun 200 SM dalam bentuk pecahan, mengingat orang Yunani pada saat itu belum menggunakan desimal. Archimedes memperkirakan pi sebagai pecahan 3 1/7 yang dalam desimal bernilai sekitar 3,14.
Matematikawan dan ilmuwan lantas menggunakan nilai pi menurut perhitungan Archimedes selama berabad-abad. Pi adalah bilangan irrasional yang berarti nilai pi tidak dapat dinyatakan dalam pembagian bilangan bulat. Oleh karena itu, representasi desimal pi tidak akan pernah memiliki pola angka tertentu yang permanen. Digit-digit desimal pi tampaknya terdistribusikan secara acak walaupun sampai sekarang hal ini masih belum dibuktikan.

Comments
Post a Comment